(17/03/2024) Bersama Komunitas Sahabat Kurma Gemilang Kediri, ypp Ibnu Mas’ud ikut serta mewujudkan gerakan tanam 1000 pohon kurma di Indonesia. Komunitas Sahabat Kurma Gemilang bersama Dokter Eka Poedja telah menjadi pelopor budi daya kurma di Kabupaten Kediri.
Sejak panen perdana buah kurma tahun 2021, budi daya kurma mereka terus berkembang di beberapa daerah di Indonesia. Modal mereka adalah solidaritas dan saling berbagi ilmu. Disamping menciptakan lahan kurma bagi para petani, program ini juga menghasilkan keuntungan yang ternyata menggiurkan.
Jenis kurma yang dihasilkan adalah kurma ruthob. Kusmadi selaku anggota komunitas Sahabat Kurma Gemilang menyebutkan bahwa, dalam usia tiga tahun itu buah kurma rothob sudah mulai berbuah. Bahkan pohon kurma yang baru 2-3 meter sudah berbuah lebat dan bergerombol.
Soal pemasaran, beliau menyebut kurma rothob mereka sangat bisa bersaing. Apalagi, mereka menjualnya masih dalam keadaan segar. Tidak seperti yang dijual di supermarket yang sudah melewati proses pematangan maksimal.
Memang, rasanya tak semanis kurma yang banyak ditemui di pasaran. Kurma ruthob berciri khas rasa sepat dan manis dengan tekstur seperti buah kesemek muda yang renyah. Namun demikian, nutrisinya dipercaya jauh lebih tinggi dibanding kurma olahan.
Biji yang digunakan untuk budidaya kurma pun bukan sembarang biji, melainkan biji kurma Indonesia yang sudah beradaptasi dengan iklim tropis. Terdapat 86 pohon kurma yang ditanam di sawah dan kebun milik Yayasan Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud.
Proses penanaman dilakukan bersama pimpinan yayasan, para ustadz dan staff Komunitas Sahabat Kurma Gemilang Kediri. Selain menjalankan sunnah Rasulullah SAW, dengan adanya budidaya kurma Indonesia ini diharapkan dapat tumbuh dengan baik, berbuah dengan produktif dan memberikan manfaat dakwah yang besar bagi semua pihak.


